Kadis Koperasi Kabupaten Gorontalo Ungkap Strategi Besar Berdayakan UMKM - Tribun Gorontalo
Kadis Koperasi Kabupaten Gorontalo Ungkap Strategi Besar Berdayakan UMKM - Tribun Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, Arifin Suaib menegaskan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak bisa terus bergantung pada pola bantuan semata.
Menurutnya, pemerintah kini mulai mengubah pendekatan pembinaan UMKM agar lebih berorientasi pada kemandirian usaha dibanding sekadar pembagian bantuan.
Hal itu disampaikan Arifin saat menjadi narasumber dalam Tribun Podcast bersama Host Fajri Kidjab di Studio Tribun, Selasa (28/4/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Arifin mengungkapkan setiap kebijakan pemerintah pasti memiliki risiko dan tidak selalu dapat diterima semua pihak.
Namun, menurutnya, berbagai penataan yang dilakukan pemerintah bertujuan menciptakan iklim usaha yang lebih adil dan kondusif bagi seluruh pelaku UMKM.
“Pilihan-pilihan kebijakan itu pasti selalu ada risikonya bagi kelompok tertentu. Tapi yakinlah bahwa penataan itu untuk menciptakan iklim yang lebih kondusif dan adil untuk semua,” ujarnya.
Selain itu, Arifin juga menyinggung konsep dana abadi koperasi yang sebelumnya pernah ia sampaikan dalam forum exit strategy Program Apland Kementerian Pertanian.
Dalam forum tersebut, pemerintah mendorong petani membangun kemandirian melalui kelembagaan ekonomi berbentuk korporasi. Namun, menurut Arifin, konsep korporasi yang dimaksud sebaiknya diwujudkan dalam bentuk koperasi agar memiliki kekuatan kolektif yang lebih jelas.
“Bagi kami sebagai pembina, korporasi itu mestinya koperasi. Karena koperasi memungkinkan pemupukan modal secara terus-menerus,” katanya.
Ia menjelaskan, koperasi memiliki kekuatan melalui sistem simpanan wajib yang dibayarkan anggota secara rutin setiap bulan.
Meski nilainya kecil, dana tersebut dapat menjadi fondasi permodalan untuk menjalankan aktivitas usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, konsep itu perlu diperluas melalui kemitraan dan produk penghimpun modal lainnya agar pelaku UMKM memiliki kekuatan finansial yang lebih mandiri.
“Yang diharapkan itu UMKM punya basis kekuatan permodalan untuk melanjutkan aktivitas bisnis mereka sendiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Arifin juga memaparkan sejumlah program unggulan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo tahun 2026.
Ia mengatakan, pengembangan UMKM menjadi perhatian khusus Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny Yunus.
Karena itu, terdapat sekitar 12 organisasi perangkat daerah (OPD) yang diarahkan untuk mendukung penguatan sektor UMKM sesuai tugas pokok masing-masing.
“Kami di Dinas Koperasi dan UMKM saat ini fokus mengoptimalkan fungsi Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT,” ujarnya.
Menurut Arifin, PLUT akan menjadi pusat pembinaan UMKM berbasis inkubasi bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut dinilai berbeda dengan pola lama yang hanya bersifat parsial, seperti pelatihan sesaat atau bantuan peralatan tanpa pendampingan lanjutan.
“Kalau dulu pelatihan selesai ya selesai. Bantuan peralatan selesai ya selesai. Sekarang kami ingin pembinaan dari awal sampai usaha mereka matang,” katanya.
Di dalam PLUT, pelaku UMKM juga mendapat pendampingan peningkatan kualitas kemasan produk hingga penguatan konsep bisnis.
Salah satu pendekatan baru yang mulai diterapkan adalah sistem pitch deck atau presentasi ide usaha. Melalui metode itu, pelaku UMKM diminta menyusun gagasan bisnis lalu mempresentasikannya di depan tim penilai.
“Yang dikompetisikan itu ide dan gagasan bisnisnya,” ungkap Arifin.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima pelaku usaha yang serius menjalankan bisnis.
Ia menilai selama ini masih banyak bantuan yang salah sasaran karena penerima hanya berorientasi mendapatkan bantuan tanpa memiliki rencana usaha yang jelas.
“Ada yang setelah dapat bantuan usahanya tidak jalan. Bahkan ada bantuan yang malah dipakai konsumsi sendiri atau alatnya dijual lagi,” katanya.
Karena itu, proses seleksi berbasis presentasi dianggap mampu melihat keseriusan serta logika usaha yang dibangun pelaku UMKM.
Jika ide bisnis dinilai layak dan realistis, maka bantuan pemerintah dapat menjadi modal awal pengembangan usaha mereka.
“Jadi pemerintah ingin bantuan itu sifatnya stimulan, pemantik supaya mereka bisa mandiri,” tegasnya.
Arifin juga menyoroti masih adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa pemerintah wajib memberikan bantuan kepada seluruh pelaku usaha.
Padahal, menurutnya, kemampuan anggaran pemerintah sangat terbatas dibanding jumlah UMKM yang ada.
Ia menyebut jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo mencapai sekitar 45 ribu orang.
“Kalau semua diberi bantuan satu juta rupiah saja, berapa anggaran yang dibutuhkan? Sementara sumber daya pemerintah terbatas,” ujarnya.
Karena itu, kebijakan bantuan harus dilakukan berdasarkan prioritas dan kebutuhan yang benar-benar mendesak.
Dalam podcast tersebut, Arifin turut menyinggung potensi besar pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan yang diperkirakan menghadirkan sekitar 30 ribu peserta dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.
Menurutnya, momentum tersebut bisa menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM Gorontalo untuk memperluas pasar.
Ia mengakui, selama ini salah satu kendala utama pemasaran produk UMKM Gorontalo adalah tingginya ongkos kirim saat dipasarkan secara online.
“Kadang ongkos kirim lebih mahal daripada harga produknya. Akhirnya transaksi batal,” katanya.
Karena itu, kehadiran ribuan peserta Penas dinilai dapat menjadi solusi sementara bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada konsumen.
“Ketika orang datang langsung ke Gorontalo, ongkos kirim itu sudah termasuk dalam biaya perjalanan mereka. Jadi produk lebih mudah terjual,” ujarnya.
Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk khas Gorontalo kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan begitu, produk UMKM lokal tidak hanya dikenal saat kegiatan berlangsung, tetapi juga berpotensi menjadi oleh-oleh dan dipesan kembali setelah pengunjung pulang ke daerah masing-masing. (*/Jefri)