Sejarah Kopma Payulimo
Sejarah Kopma Payulimo
Dalam usia 10 tahun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dua Lima Pohalaa (STIE DLP) Gorontalo satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Gorontalo yang kemudian menjadi embrio Universitas Gorontalo terasa aktivitas kemahasiswaannya semakin mantap. Dinamika organisasi semakin tinggi dengan eksisnya organisasi intra universiter (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi/SMPT, Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM, Himpunan Mahasiswa Jurusan/HMJ dan sebagainya) dan juga organisasi ekstra universiter seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di berbagai panggung aktivitas kemahasiswaan. Jelasnya organisasi telah menjadi bahagian dari kebutuhan mahasiswa di perguruan tinggi.
Seiring dengan itu pula kebutuhan mahasiswa terhadap adanya lembaga yang dapat memberikan pelayanan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat konsumtif secara perorangan maupun institusional serta pelayanan kredit guna mendukung kegiatan akademik semakin meningkat. Maka lahirlah ide untuk mendirikan sebuah koperasi.Gagasan tersebut semakin kuat disertai dengan kesadaran bahwa kehadiran koperasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan kampus dalam menjabarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Paling tidak kampus dapat menggodok nilai-nilai ideal di bidang koperasi yang kemudian dapat ditransfer kepada masyarakat gerakan koperasi secara umum.
Maka dipersiapkanlah langkah-langka teknis oleh inisiator pendirian koperasi yakni Rustam Akili, SE dan Arifin Suaib. Dan akhirnya berhasil dihadirkan 132 orang mahasiswa dan dosen dalam forum Rapat Anggota Pembentukan Koperasi pada hari Rabu tanggal 27 Maret 1996 di Aula Kampus STIE DLP Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Bapak Drs. Harun Abdullah, Kepala Seksi Koperasi mewakili Kepala Kantor Departemen Koperasi PPK Kabupaten Gorontalo yang turut memberikan sambutan. Tepat pukul 10.00 pagi seluruh peserta yang berjumlah 132 orang sepakat membentuk koperasi dengan nama Koperasi Mahasiswa "Payulimo" Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dua Lima Pohalaa Gorontalo disingkat Kopma "Payulimo" STIE DLP Gorontalo. Peserta rapat pada saat itu kemudian dicatat sebagai pendiri Kopma "Payulimo".
Pada saat itu dipilih pula 5 (lima) orang kuasa pendiri sekaligus untuk pertama kalinya bertindak sebagai Pengurus Kopma, masing-masing Rustam Akili, SE sebagai Ketua, Samsudin Hanipa sebagai Wakil Ketua, Arifin Suaib sebagai Sekretaris, Sandra Mangindaan sebagai Bendahara dan Warni Gobel sebagai Anggota Pengurus. Sementara Badan Pengawas terdiri dari 3 (tiga) orang yakni Drs. Ec. Ilyas Lamuda, Yolanda Mohungo dan Moh. Sun Kasim Neu masing-masing sebagai Ketua, Sekretaris dan Anggota Pengawas.
Mulailah Kopma "Payulimo" berkiprah secara konsisten untuk memberikan pelayanan terhadap anggota. Upaya peningkatan kinerja usaha terus dilakukan disertai dengan peningkatan sumber daya manusia. Sejak tahun 1998 Kopma bermitra dengan Lembaga Pendidikan Perkoperasin (Lapenkop) dalam upaya pendidikan perkoperasian bagi anggota. Pendidikan Perkoperasian tersebut dilaksanakan oleh para Pemandu Lapenkop asal Kopma yakni Hasni Miolo, Muzakir Imran dan Arifin Suaib.
Pada Tahun 2000 ketika STIE DLP Gorontalo berubah statusnya menjadi Universitas Gorontalo maka secara otomatis nama Koperai Mahasiswa juga berubah menjadi Koperasi Mahasiswa "Payulimo" Universitas Gorontalo disingkat Kopma "Payulimo" UG.(*)